Langsung ke konten utama

Kenali "Quiet Firing" di Kantormu!



Quiet firing adalah tindakan memecat karyawan secara diam-diam, tanpa memberitahu rekan kerja atau bahkan karyawan itu sendiri. Tindakan ini bertentangan dengan cara tradisional memecat seseorang, yaitu dengan memberikan pemberitahuan tertulis atau lisan dan memberikan waktu kepada karyawan untuk mengambil tindakan yang diperlukan.

Meskipun terdengar seperti tindakan yang tidak etis, beberapa perusahaan mempraktikkan quiet firing sebagai cara untuk memperbaiki kinerja karyawan yang buruk atau menurunkan biaya dengan mengurangi jumlah karyawan tanpa mengganggu produktivitas atau moral karyawan lainnya.

Namun, ada beberapa risiko yang terkait dengan quiet firing. Pertama-tama, tindakan ini dapat menciptakan kecurigaan dan ketidakpercayaan di antara karyawan yang tersisa. Karyawan yang merasa bahwa mereka dapat dipecat kapan saja tanpa pemberitahuan dapat merasa tidak aman dalam pekerjaan mereka, yang dapat mempengaruhi kinerja mereka dan produktivitas tim secara keseluruhan.

Selain itu, jika seorang karyawan dipecat secara diam-diam, mereka mungkin tidak memiliki kesempatan untuk meningkatkan kinerja mereka atau memperbaiki masalah yang mungkin ada dalam pekerjaan mereka. Ini dapat menjadi tidak adil bagi karyawan tersebut dan juga dapat merugikan perusahaan, karena karyawan yang lebih baik mungkin telah menjadi aset yang lebih produktif jika diberikan kesempatan untuk memperbaiki kinerja mereka.

Karena risiko yang terkait dengan quiet firing, banyak perusahaan lebih memilih untuk memberikan pemberitahuan tertulis atau lisan dan memberikan waktu kepada karyawan untuk memperbaiki kinerja mereka atau mencari pekerjaan baru. Meskipun proses ini mungkin memakan waktu dan biaya, itu dapat membantu meminimalkan risiko dan membangun kepercayaan antara karyawan dan perusahaan.

Secara keseluruhan, quiet firing adalah tindakan yang kontroversial dan harus dilakukan dengan hati-hati. Perusahaan harus mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan tersebut dan memastikan bahwa mereka memberikan perlakuan yang adil dan menghargai karyawan mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Soft Skill yang Paling Dibutuhkan dalam Dunia Kerja

Mengutip dari The Balance Careers , soft skill adalah  kemampuan komunikasi, karakteristik seseorang, kecerdasan sosial yang melekat, serta kemampuan beradaptasi dengan baik di dalam kehidupan maupun dunia kerja. Soft skill, merupakan atribut dan kebiasaan yang menggambarkan bagaimana kita bekerja secara individu atau berkelompok dengan orang lain.  Meski tidak spesifik untuk suatu pekerjaan, tetapi secara tidak langsung membantu kita beradaptasi dengan lingkungan kerja dan budaya perusahaan. Berikut soft skill yang paling dibutuhkan dalam dunia kerja menurut novoresume.com : Komunikasi yang efektif ( Effective communication) . Teamwork Tanggung jawab ( Responsibility). Kreativitas Pemecahan masalah ( Problem-solving). Leadership . Ekstroversi . People skill . Keterbukaan . Adaptasi Kita akan bahas satu persatu dalam tulisan berikutnya...

Generasi “Milenial-Kolonial” apa sih?

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) populasi Indonesia  saat ini dikelompokan  dalam  6 ( enam )  generasi yaitu    Post  Generasi Z ( Post  Gen Z), Generasi Z (Gen Z), Milenial, Generasi X (Gen X),  Baby Boomer , dan  Pre-Boomer .  Post  Gen Z  adalah generasi yang lahir pada 2013 dan seterusnya. Gen Z , merupakan generasi yang lahir pada 1997-2012. Mereka sekarang  berusia 8-23 tahun. Sedangkan   Milenial   yaitu generasi yang lahir pada 1981-1996 (saat ini berusia 24-39 tahun).  Gen X   adalah generasi yang lahir pada 1965-1980 (sekarang berusia 40-55 tahun).  Baby Boomer ,  yaitu generasi yang saat ini berusia 56-74 tahun (lahir 1946-1964). Pre-Boomer    merupakan generasi yang lahir sebelum 1945. Berarti  usia mereka saat ini   75 tahun ke atas.

7 Kemampuan Yang Dapat Membantu Meningkatkan Keterampilan Teamwork

  Teamwork di tempat kerja berarti tenaga kerja yang ada lebih efisien dan produktif, menggabungkan keterampilan, ide, dan pengalaman setiap orang untuk membangun sesuatu yang baru. Bekerja sama menghemat waktu dan memberi semua orang lebih banyak energi untuk fokus menyelesaikan pekerjaan. Dengan membuat karyawan bekerja sebagai sebuah tim, kita dapat meningkatkan tingkat produktivitas semua orang yang hadir. Kita juga   dapat mengaktualisasikan ide-ide inovatif dengan lebih efisien (betterup.com, 2021). Keterampilan kerja tim terdiri dari banyak soft skill lain yang dapat dikembangkan dari waktu ke waktu. Berikut adalah beberapa contoh kualitas yang dapat membantu meningkatkan keterampilan teamwork : Communication : Kemampuan untuk berkomunikasi dengan cara yang jelas dan efisien sangat penting Responsibility : Dengan seluruh tim bertanggung jawab atas pekerjaan mereka sendiri, setiap orang dapat bekerja lebih efisien menuju tujuan bersama. Honesty : Penting unt...