Langsung ke konten utama

Teori Sistem & Efektivitas Organisasi (Ivancevich)

#Keywords
systems theory : A theory stating that an organization is a managed system that changes inputs into outputs.
teori sistem: sebuah teori yang menyatakan bahwa sebuah organisasi adalah sistem yang dikelola yang mengubah input ke dalam output.
inputs Goods and services (raw materials, human resources, energy, etc.) organizations take in and use to create products or services.
input adalah barang dan Jasa (bahan baku, sumber daya manusia, energi, dll) yang organisasi ambil dan gunakan untuk menciptakan produk atau jasa.
outputs : The products and services (smartphones, food, social networking sites, etc.) that organizations create.
output produk dan Jasa (smartphone, makanan, situs jejaring sosial, dll) yang dibuat organisasi.


Systems theory  suggests that an organization is a managed system that changes inputs into outputs.
Teori sistem menunjukkan bahwa sebuah organisasi adalah sistem terkelola yang mengubah input menjadi output.
It enables managers to describe the behavior of organizations both internally and externally.
Hal ini memungkinkan manajer untuk menggambarkan perilaku organisasi baik secara internal maupun eksternal.
Internally, you can see how and why people within organizations perform their individual and group tasks.
Secara internal, Anda dapat melihat bagaimana dan mengapa orang dalam organisasi melakukan tugas individu dan kelompok mereka.
Externally, you can relate the transactions of organizations with other organizations and institutions.
Eksternal, Anda dapat berhubungan dengan transaksi organisasi dengan organisasi lain dan lembaga.
All organizations acquire resources from the outside environment of which they are a part and, in turn, provide goods and services demanded by the larger environment.
Semua organisasi memperoleh sumber daya dari lingkungan luar di mana mereka adalah bagian dan, pada gilirannya, menyediakan barang dan jasa yang dituntut oleh lingkungan yang lebih besar.
Managers must deal simultaneously with the internal and external aspects of organizational behavior.
Manajer harus berurusan secara bersamaan dengan aspek internal dan eksternal perilaku organisasi.
Proses ini pada dasarnya rumit dapat disederhanakan, untuk tujuan analisis, dengan menggunakan konsep dasar teori sistem.
in systems theory, the organizations are seen as one element of a number of elements that act interdependently. The flow of  inputs  and  outputs  is the basic starting point in describing the organization.
dalam teori sistem, organisasi dipandang sebagai salah satu unsur dari sejumlah elemen yang bertindak interdepenif, liran input dan output adalah titik awal dasar dalam menggambarkan organisasi.
In the simplest terms, the organization takes resources (inputs) from the larger system (environment), processes these resources, and returns them in changed form (output). Exhibit 1.2 displays the fundamental elements of the organization as a system.
Dalam istilah yang paling sederhana, organisasi mengambil sumber daya (input) dari sistem yang lebih besar (lingkungan), memproses sumber daya ini, dan mengembalikannya dalam bentuk berubah (output). Exhibit 1.2 displays the fundamental elements of the organization as a system. 
The concept of organizational effectiveness presented in this book relies on systems theory. Two main conclusions suggested by systems theory are: 
konsep efektivitas organisasi yang disajikan dalam buku ini bergantung pada teori sistem. Dua kesimpulan utama yang disarankan oleh teori sistem adalah: 
(1) effectiveness  criteria must reflect the entire input-process-output cycle, not simply output, and (2) effectiveness criteria must reflect the interrelationships between the organization and its outside environment. Thus:
(1) kriteria efektivitas harus mencerminkan seluruh siklus input-proses-output, tidak hanya output, dan (2) kriteria efektivitas harus mencerminkan interhubungan antara organisasi dan lingkungan luar. Sehingga:
Organizational effectiveness is an all-encompassing concept about how products or  services are produced or provided.  
Efektivitas organisasi adalah konsep menyeluruh tentang bagaimana produk atau jasa yang diproduksi atau disediakan.  
 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Soft Skill yang Paling Dibutuhkan dalam Dunia Kerja

Mengutip dari The Balance Careers , soft skill adalah  kemampuan komunikasi, karakteristik seseorang, kecerdasan sosial yang melekat, serta kemampuan beradaptasi dengan baik di dalam kehidupan maupun dunia kerja. Soft skill, merupakan atribut dan kebiasaan yang menggambarkan bagaimana kita bekerja secara individu atau berkelompok dengan orang lain.  Meski tidak spesifik untuk suatu pekerjaan, tetapi secara tidak langsung membantu kita beradaptasi dengan lingkungan kerja dan budaya perusahaan. Berikut soft skill yang paling dibutuhkan dalam dunia kerja menurut novoresume.com : Komunikasi yang efektif ( Effective communication) . Teamwork Tanggung jawab ( Responsibility). Kreativitas Pemecahan masalah ( Problem-solving). Leadership . Ekstroversi . People skill . Keterbukaan . Adaptasi Kita akan bahas satu persatu dalam tulisan berikutnya...

Generasi “Milenial-Kolonial” apa sih?

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) populasi Indonesia  saat ini dikelompokan  dalam  6 ( enam )  generasi yaitu    Post  Generasi Z ( Post  Gen Z), Generasi Z (Gen Z), Milenial, Generasi X (Gen X),  Baby Boomer , dan  Pre-Boomer .  Post  Gen Z  adalah generasi yang lahir pada 2013 dan seterusnya. Gen Z , merupakan generasi yang lahir pada 1997-2012. Mereka sekarang  berusia 8-23 tahun. Sedangkan   Milenial   yaitu generasi yang lahir pada 1981-1996 (saat ini berusia 24-39 tahun).  Gen X   adalah generasi yang lahir pada 1965-1980 (sekarang berusia 40-55 tahun).  Baby Boomer ,  yaitu generasi yang saat ini berusia 56-74 tahun (lahir 1946-1964). Pre-Boomer    merupakan generasi yang lahir sebelum 1945. Berarti  usia mereka saat ini   75 tahun ke atas.

7 Kemampuan Yang Dapat Membantu Meningkatkan Keterampilan Teamwork

  Teamwork di tempat kerja berarti tenaga kerja yang ada lebih efisien dan produktif, menggabungkan keterampilan, ide, dan pengalaman setiap orang untuk membangun sesuatu yang baru. Bekerja sama menghemat waktu dan memberi semua orang lebih banyak energi untuk fokus menyelesaikan pekerjaan. Dengan membuat karyawan bekerja sebagai sebuah tim, kita dapat meningkatkan tingkat produktivitas semua orang yang hadir. Kita juga   dapat mengaktualisasikan ide-ide inovatif dengan lebih efisien (betterup.com, 2021). Keterampilan kerja tim terdiri dari banyak soft skill lain yang dapat dikembangkan dari waktu ke waktu. Berikut adalah beberapa contoh kualitas yang dapat membantu meningkatkan keterampilan teamwork : Communication : Kemampuan untuk berkomunikasi dengan cara yang jelas dan efisien sangat penting Responsibility : Dengan seluruh tim bertanggung jawab atas pekerjaan mereka sendiri, setiap orang dapat bekerja lebih efisien menuju tujuan bersama. Honesty : Penting unt...