I.
PENGERTIAN
PRODUK DAN JASA
- PRODUK
Menurut William J. Stanton, Dalam arti sempit, Produk adalah sekumpulan
atribut fisik secara nyata yang berhubungan dalam bentuk yang bisa
diidentifikasikan. Sedangkan secara umum, produk adalah sekumpulan atribut yang
nyata dan tidak nyata yang didalamnya tercakup warna, harga, kemasan, prestise
pengecer dan pelayanan dari pabrik dan pengecer yang mungkin diterima oleh
pembeli sebagai sesuatu yang dapat memuaskan keinginannya.
- JASA
Jasa atau
servise memiliki definisi ‘Suatu barang atau produk yang sifatnya tidak dapat
dipegang secara fisik. Tetapi keberadaan jasa tersebut lebih merupakan bentuk
manfaat yang dapat dirasakan oleh yang memanfaatkan jasa tersebut’. (Nirwana,
2004 : 4).
Dari
definisi di atas, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa perusahaan tidak
dapat mengklaim diri telah memberikan kualitas terbaik –lewat produk atau jasa-
pada pelanggan, sebab yang dapat mengambil kesimpulan baik dan tidaknya kinerja
sebuah produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan hanyalah konsumen dan
pelanggan. Tidak berlebihan jika sering dikatakan bahwa konsumen adalah raja.
PRODUK
|
JASA
|
a)
Berwujud
b)
Bisa dijual kembali
c)
Produk dapat disimpan
d)
Produksi terpisah dengan konsumsi
e)
Aspek mutu mudah diukur
f)
Penjualan terpisah dengan produksi
g)
Produk bias diangkut
h)
Fasilitas penting untuk biaya
i)
Mudah melakukan otomatisasi
j) Penerimaan
dihasilkan dari produk
|
a) Tidak
Berwjud (Intangiable)
b) Jasa sulit
dijual kembali
c) Banyak
Jasa tidak bias disimpan (Instorable)
d) Produksi
dan konsumsi bisa secara simultan
e) Aspek mutu
sulit diukur
f) Penjualan
menjadi bagian dari jasa
g) Fasilitas
penting untuk kontak pengguna
h) Penerimaan
dihasilkan dari kumpulan jasa
i) Tidak dapat
dipisahkan dari unsure sumbernya baik berupa orang, mesin, ataupun lainnya
(Inseparability)
|
II.
ATRIBUT (SEBUTAN) KUALITAS PRODUK DAN JASA
Atribut produk menjadi pertimbangan konsumen untuk melakukan pembelian atas
produk dan mempunyai pengaruh terhadap minat beli konsumen. Unsur-unsur atribut produk yang cukup penting menurut Tjiptono
(2007) yaitu:
PRODUK
|
JASA
|
a)
Variasi produk
b)
Kualitas produk
c)
Nama Merek
d)
Warna produk
e)
Slogan produk
f)
Simbol produk
g)
Kemasan
h)
Desain poduk
i)
FItur
j)
Layanan/ Service
k)
Unik
l) Secondhand Price
|
a) Reliabilitasi
b) Responsiveness
(Kesigapan atas pelanggan)
c) Kompetensi
d) Akses
e) Courtesy
f) Komunikasi
g) Kredibilitas
h) Keamanan (Security)
i) Empathy
(Memahami pelanggan)
|
III. DESKRIPSI ATRIBUT (SEBUTAN) KUALITAS PRODUK DAN JASA
- PENGERTIAN KUALITAS
Menurut
American society for Quality Control, Kualitas adalah keseluruhan ciri-ciri dan
karakteristik-karakteristik dari suatu produk atau jasa dalam kemampuannya
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang telah ditentukan atau bersifat laten
(Lupiyoadi, 2001 : 144). Goetsh dan Davis (1994), mengemukakan bahwa kualitas
merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia,
proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan (Tjiptono, 2000 :
51). Sedangkan Deming (1986) dan Juran dkk (1974) sebagaimana dikutip oleh
Ghobadian et al (1994) memberi batasan kualitas sebagai upaya memuaskan
konsumen (Sunardi, 2003 : 71).
Berdasarkan
beberapa definisi diatas, maka Kualitas adalah Suatu keseluruhan ciri dan
karekteristik yang dimiliki suatu produk/jasa yang dapat memberikan kepuasan
konsumen..
- DESKRIPSI
ATRIBUT (SEBUTAN) KUALITAS PRODUK
1. Variasi Produk (Various Of product)
Menurut Angiopora (dalam
Indra Budi, 2002) Faktor ini memiliki pengertian yang luas, tidak hanya
menyangkut jenis produk (product item) dan lini produk (product line) tetapi
juga menyangkut kualitas, desain, bentuk, merk, kemasan, ukuran, pelayanan,
jaminan dan pengembalian yang harus diperhatikan oleh perusahaan secara seksama
terhadap keanekaragaman (variasi) produk yang dihasilkan secara keseluruhan.
Artinya dengan semakin
bervariasinya produk yang dihasilkan, maka perusahaan juga semakin banyak
melayani berbagai macam kebutuhan dan keinginan dari berbagai sasaran konsumen
yang dituju.
2. Kualitas Produk (Quality of produk)
Menurut Henry Simamora
(2000:447) “kualitas produk adalah kemampuan sebuah produk untuk memuaskan
kebutuhan atau tuntutan pelanggan.”
3. Nama Merek (Brand name)
Menurut Angiopora
(dalam Indra Budi, 2002) nama merek adalah istilah yang mengidentifikasikan
produk dari penjual dan membedakannya dari produk pesaing.
4. Warna Produk
Warna adalah salah satu
dari dua unsur yang menghasilkan daya tarik visual, dan kenyataannya warna
lebih berdaya tarik pada emosi daripada akal. Warna produk membantu mengurangi
hambatan penjualan dan ini merupakan faktor vital dalam menciptakan desain
grafis yang menjual.
(sidikartvolushit.blogspot.com)
5. Slogan Produk
Pernyataan atau susunan
kata tertentu yang menjelaskan singkat suatu produk atau jasa layanan yang
diulang-ulang sehingga mudah diingat publik.
6. Simbol produk (Logo)
Simbol produk menurut
Rangkuti (2004: 26) adalah “Icon yang mewakili sekumpulan nilai
yang melekat pada produk yang dihasilkan.”
7. Kemasan
Menurut Christine
Suharto (2000) Kemasan dapat didefinisikan sebagai seluruh kegiatan merancang
dan memproduksi wadah atau bungkus atau kemasan suatu produk.
8. Desain Produk
Menurut Angiopora (dalam
Indra Budi, 2002) Desain adalah totalitas dari keistimewaan yang
mempengaruhi cara penampilan dan fungsi suatu produk dalam hal kebutuhan langganan.
9. Fitur
Fitur adalah alat
persaingan untuk membedakan produk perusahaan terhadap produk sejenis yang
menjadi pesaingnya.
10.
Layanan
Menurut Tjiptono (2004)
Layanan adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan kepada pelanggan yang
telah membeli produknya.
Menurut Aaker
(1996) there is a risk that loyal customers can be enticed away by a
competitor if the performance of the product or service is not improved. Berdasarkan
pernyataan tersebut, dapat dijelaskan bahwa terdapat suatu resiko dimana
pelanggan yang loyal akan bisa dipengaruhi pesaing jika atribut produknya dalam
hal ini penampilan produk atau layanannya tidak diperbaiki, karena mungkin saja
konsumen memindahkan pembeliannya ke merek lain yang menawarkan berbagai
manfaat yang cukup besar sebagai kompensasinya.
- DESKRIPSI
ATRIBUT (SEBUTAN) KUALITAS JASA
Sebuah
perusahaan jasa sebisa mungkin dapat memberikan jasa yang berkualitas tinggi
secara konsisten dan kontinyu dibandingkan dengan pesaing, dalam rangka
memenuhi harapan pelanggan. Usaha jasa terbilang cukup rumit dan sangat
kompleks dari pada barang yang mempunyai wujud konkrit, sehingga menyulitkan
seseorang untuk mengidentifikasinya dalam waktu yang singkat.
Melalui serangkaian penelitian terhadap berbagai macam industri jasa Parasuraman, Zeithaml, dan Berry (1985) berhasil mengidentifikasi sepuluh dimensi pokok kualitas jasa :
Melalui serangkaian penelitian terhadap berbagai macam industri jasa Parasuraman, Zeithaml, dan Berry (1985) berhasil mengidentifikasi sepuluh dimensi pokok kualitas jasa :
1. Reliabilitas,
Meliputi dua aspek utama, yaitu kosistensi kinerja (performance)
dan sifat dapat dipercaya (dependability). Hal ini berarti perusahaan mampu
menyampaikan jasanya secara benar sejak awal (right from the first time),
memenuhi janjinya secara akurat dan andal (misalnya, menyampaikan jasa sesuai
dengan janji yang disepakati), menyampaikan data (record) secara tepat, dan
mengirimkan tagihan yang akurat.
2. Responssivitas
atau daya
tanggap, yaitu kesediaan dan kesiapan para karyawan untuk membantu para
pelanggan dan menyampaikan jasa secara cepat. Beberapa contoh diantaranya :
ketepatan waktu pelayanan, pengiriman slip transaksi secepatnya, kecepatan
menghubungi kembali pelanggan, dan penyampaian layanan secara cepat.
3. Kompetensi,
yaitu
penguasaan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan agar dapat menyampaikan
jasa sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Termasuk didalamnya adalah pengetahuan
dan keterampilan karyawan kontak, pengetahuan dan keterampilan personil
dukungan operasional, dan kapabilitas riset organisasi.
4. Akses,
Meliputi kemudahan untuk dihubungi atau ditemui (approachability)
dan kemudahan kontak. Hal ini berarti lokasi fasilitas jasa mudah dijangkau,
waktu mengantri atau menunggu tidak terlalu lama, saluran komunikasi perusahaan
mudah dihubungi (contohnya, telepon, surat, email, fax, dan seterusnya), dan
jam operasi nyaman.
5. Kesopanan (courtesy),
Meliputi sikap santun, respek, atensi, dan keramahan para karyawan
kontak (seperti resepsionis, operator telepon, bell person, teller bank, kasir,
dan lain-lain).
6. Komunikasi,
Artinya menyampaiakan informasi kepada pelanggan dalam bahasa yang
mudah mereka pahami, serta selalu mendengarkan saran dan keluhan pelanggan.
Termasuk didalamnya adalah penjelasan mengenai jasa/layanan yang ditawarkan,
biaya jasa, trade off antara jasa dan biaya, serta proses penanganan masalah
potensial yang mungkin timbul.
7. Kredibilitas,
yaitu sifat
jujur dan dapat dipercaya. Kredibilitas mencangkup nama perusahaan, reputasi
perusahaan, karakter pribadi karyawan kontak, dan interaksi dengan pelanggan
(hard selling versus soft selling approach).
8. Keamanan (security),
yaitu bebas
dari bahaya, risiko atau keragu-raguan. Termasuk didalamnya adalah keamanan
secara fisik (physical safety), keamanan financial (financial security),
privasi, dan kerahasiaan (confidentiality).
9. Kemampuan memahami pelanggan,
yaitu
berupaya memahami pelanggan dan kebutuhan spesifik mereka, memberikan perhatian
individual, dan mengenal pelanggan regular.
10. Bukti fisik (tangibles),
meliputi
penampilan fasilitas fisik, peralatan, personil, dan bahan-bahan komunikasi
perusahaan (seperti kartu bisnis, kop surat, dan lain-lain). Dalam riset selanjutnya
Parasuraman, Zeithaml, dan Berry (1988) menemukan adanya overlapping diantara
beberapa dimensi diatas. Oleh sebab itu, mereka menyederhanakan sepuluh dimensi
tersebut menjadi lima dimensi pokok. Kompetensi, kesopanan, kredibilitas, dan
keamanan disatukan menjadi jaminan (assurance). Sedangkan akses, komunikasi,
dan kemampuan memahami pelanggan diintregasikan menjadi empati (empathy).
Kesepuluh
dimensi tersebut di atas dapat dikonversi ke dalam lima dimensi, Parasuraman,
Zeithamal & Bery (Rangkuti, 2002: 29) mengkonversi dari kesepuluh dimensi
kualitas jasa sebagai berikut:
1.
Reliabilitas (rebility), berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk memberikan
layanan yang akurat sejak pertama kali tanpa membuat kesalahan apapun dan
menyampaikan jasanya sesuai dengan waktu yang disepakati.
2. Daya tanggap (responssiveness), berkenaan dengan kesediaan dan kemampuan para karyawan untuk membantu para pelanggan dan merespons permintaan mereka, serta menginformasikan kapan jasa akan diberikan dan kemudian memberikan jasa secara cepat.
3. Jaminan (assurance), yakni perilaku para karyawan mampu menumbuhkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan dan perusahaan bias menciptakan rasa aman bagi para pelanggannya. Jaminan juga berarti bahwa para karyawan selalu bersikap sopan dan menguasai pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menangani setiap pertanyaan atau masalah pelanggan.
4. Empati (empathy), berarti perusahaan memahami masalah para pelanggannya dan bertindak demi kepentingan pelanggan, serta memberikan perhatian personal kepada para pelanggan dan memiliki jam operasi yang nyaman.
5. Bukti fisik (tangibles), berkenaan dengan daya tarik fasilitas fisik, perlengkapan, dan material yang digunakan perusahaan, serta penampilan karyawan.
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)
2. Daya tanggap (responssiveness), berkenaan dengan kesediaan dan kemampuan para karyawan untuk membantu para pelanggan dan merespons permintaan mereka, serta menginformasikan kapan jasa akan diberikan dan kemudian memberikan jasa secara cepat.
3. Jaminan (assurance), yakni perilaku para karyawan mampu menumbuhkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan dan perusahaan bias menciptakan rasa aman bagi para pelanggannya. Jaminan juga berarti bahwa para karyawan selalu bersikap sopan dan menguasai pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menangani setiap pertanyaan atau masalah pelanggan.
4. Empati (empathy), berarti perusahaan memahami masalah para pelanggannya dan bertindak demi kepentingan pelanggan, serta memberikan perhatian personal kepada para pelanggan dan memiliki jam operasi yang nyaman.
5. Bukti fisik (tangibles), berkenaan dengan daya tarik fasilitas fisik, perlengkapan, dan material yang digunakan perusahaan, serta penampilan karyawan.
(Brigita Lahutung, 07301541, Manajemen Keuangan)
- TUJUAN DAN MANFAAT PENGUKURAN
PRODUKTIVITAS KERJA
Untuk melihat besarnya
tingkat produktivitas suatu perusahaan, termasuk industri jasa konstruksi perlu
dilakukan pengukuran secara kuantitatif. Model pengukuran produktivitas yang
paling sederhana adalah dikemukakan oleh Vincent Gasverz “ dimana produktivitas
dapat diukur melalui pendekatan output/input”
Tujuan dari pengukuran
adalah akan menentukan jenis rasio mana yang digunakan. Dan diantara banyak
macam produktivitas nilai (Value Productivity) produktivitas nilai
tambah atau value added productivity lebih cocok digunakan
untuk menggambarkan peningkatan produktivitas dan pembagian hasilnya. Hal ini
dikarenakan nilai tambah umumnya merupakan sumber dari pembagian hasil produksi
ditingkat ekonomi secara nasional maupun tingkat perusahaan
Vincent Gaspersz (1998:23) dalam
bukunya “Manajemen Produktivitas Total “ mengungkapakan bahwa terdapat beberapa
manfaat pengukuran produktivitas dalam suatu organisasi perusahaan antara lain
:
1)
Perusahaan dapat menilai efisiensi konversi sumber dayanya
2)
Perencanaan sumber-sumber daya akan menjadi lebih efektif dan efisien
melalui pengukuran produktivitas, baik dalam perencanaan jangka pendek maupun
jangka panjang
3)
Tujuan ekonomis dan non ekonomis dari perusahaan dapat diorganisasikan
kembali dengan cara memberikan prioritas tertentu yang dipandang dari sudut
produktivitas
4)
Perencanaan target tingkat produktivitas dimasa datang dapat dimodifikasi
kembali berdasarkan informasi pengukuran tingkat produktivitas sekarang
5)
Strategi untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dapar ditetapkan
berdasarkan tingkat kesenjangan produktivitas yang ada ditingkat produktivitas
yang direncanakan dan tingkat produktivitas yang diukur
6)
Pengukuran produktivitas perusahan akan menjadi informasi yang bermanfaat
dalam membandingkan tingkat produktivitas diantara organisasi perusahaan dalam
industri sejenis serta bermanfaat pula untuk informasi produktivitas industri
pada skala nasional maupun global.
7)
Pengukuran produktivitas akan menciptakan tindakan kompetitif berupa
upaya-upaya peningkatan produktivitas terus menerus (Continuous Productivity
Improvement), dan lain-lain.
- PERBANDINGAN
KINERJA YANG LAMA DENGAN YANG BARU
1.
Contoh Kasus :
PT. Luhai Industrial Memproduksi
Tuve Valve (Pentil)
2. Total Produk 100.000
Unit tahun 2016, dan 150.000 Unit tahun 2017.
3. Harga Jual IDR. 1.500
/Unit.
4. Pemakaian Buruh 5.000
Jam (untuk 100.000 Unit)
5. Ongkos Buruh IDR.5.000
/Jam
6. Pemakaian mesin 4.000
Jam (Untuk 100.000 Unit)
7. Ongkos mesin IDR.4.000
/Jam
8. Onkos Material Untuk produksi
100.000 Unit adalah IDR.150/Unit.
9. Jumlah Karyawan sebanyak
200 Orang.
a.
Produksi Parsial :
2016 :
|
2017 :
|
||||
100.000
|
160.000
|
||||
Pbr =
|
----------------------
|
= 20 Unit/Jam
|
Pbr =
|
------------------
|
= 32 Unit/Jam
|
5.000
|
5.000
|
||||
100.000
|
160.000
|
||||
Pms =
|
----------------------
|
= 25 Unit/Jam
|
Pms =
|
-------------------
|
= 40 Unit/Jam
|
4.000
|
4.000
|
||||
b.
Produksi Total :
2016 :
|
2017 :
|
||||||||||||||||||||||||||||
100.000.000
|
150.000.000
|
||||||||||||||||||||||||||||
Pr =
|
----------------------
|
= 1.79
|
Pr =
|
----------------------
|
= 3
|
||||||||||||||||||||||||
15.000.000+16.000.000+25.000.000
|
15.000.000+16.000.000+25.000.000
|
||||||||||||||||||||||||||||
c. Prod/Kap :
a)
Berdasarkan perhitungan Pbr diatas dimana :
Pbr = 20 Unit/Jam pada tahun 2016 dan Pbr = 32 Unit/Jam pada tahun 2017,
artinya terjadi pertumbuhan positif sebanyak 12 Unit/Jam pada tahun 2017.
a)
Berdasarkan perhitungan Pms diatas dimana :
Pms = 25 Unit/Jam pada tahun 2016 dan Pms = 40 Unit/Jam pada tahun 2017,
artinya terjadi pertumbuhan positif sebanyak 15 Unit/Jam pada tahun 2017.
|
|||||||||||||||||||||||||||||
Komentar
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Berkujung di Blog Achmad Romli Fadli, Semoga Bermanfaat !!!